“you know me so well” vs “garuda panca-zepa”

Ternyata dirimu sudah gede, gak pas rasanya kalo kami masih panggil kamu “Dek…”. Akan lebih pas kalo kami panggil dirimu “Mas…” atau “Kakak…”. Sudah hampir 3 tahun dirimu mencoba untuk terus mengalahkan rumitnya dunia ini. Teruslah berusaha…. doa dan dukungan kami selalu menyertaimu.

Masih banyak hal yang belum tersentuh oleh jari-jari kecilmu. Masih banyak tangga yang harus kau naiki untuk merengkuh asamu. Masih banyak lembaran-lembaran putih yang harus kau coret dengan pensilmu. Masih banyak puzzle yang belum terangkai dan tersusun tepat di posisinya. Masih butuh banyak kayuhan di atas sepedamu yg harus tetap kau kayuh untuk mencapai tempat impianmu. Masih banyak play-doh sejuta warna yg harus kau bentuk menjadi benda kesukaanmu. Masih banyak ayunan dan perosotan yang harus kau lalui untuk merengkuh citamu. Masih banyak ikan-ikan yg menanti mata pancingmu untuk selalu menguji kesabaran dan ketelitianmu. Masih banyak kata yg belum kau ucapkan untuk merangkai sebuah cerita manis hari-harimu.

Rasanya  baru kemarin kami harus ganti popokmu sewaktu pipis atau pup, sekarang kau sudah berlari sendiri ke kamar mandi.

Rasanya baru kemarin kami lihat gigimu tumbuh, sekarang kau gosok gigi sendiri tiap pagi dan sore.

Rasanya baru kemarin  kami harus suapin makanmu, sekarang kau makan sendiri bahkan pilih sendiri menumu.

Rasanya baru kemarin kami harus menuntunmu, sekarang kami harus berlari terengah-engah mengejarmu.

Rasanya baru kemarin kami mendorong kereta bayimu, sekarang kau sudah kayuh sepedamu sampai-sampai kami tertinggal mengejarmu.

Rasanya baru kemarin kami harus  melindungi kulitmu supaya nyamuk tidak menggigitmu, sekarang kau mencoba membela dan melindungi kami.

Rasanya baru kemarin kami mengajari sesuatu kepadamu, sekarang kau bilang “gak gitu… gini lho..

Rasanya baru kemarin kami bilang “cuci tangan dulu ya..“, sekarang kau akan langsung mengingatkan kami kalo lupa tidak cuci tangan dulu sebelum makan.

Rasanya baru  kemarin kami bilang “waktunya belajar…” , sekarang kau akan langsung bilang seperti itu sendiri setiap sore.

Rasanya baru kemarin kami bilang “ayo minum obatnya...”, sekarang kau akan ngomong “ayah/ibu minum obat ya..”  saat kamu lihat kami batuk.

Rasanya baru kemarin kami bilang “dek tidak main korek api ya…“, sekarang kau akan ngomong “jangan main toyek… ntal tebatayan..” saat lihat mbahkung pegang korek untuk nyala’in rokoknya.

Rasanya baru kemarin kami bilang “air es atau es krim bikin pilek…”, sekarang kau ngomong “es cim bikin pilek ya bu…” saat lihat temanmu sedang menikmati es krimnya.

Rasanya baru kemarin kami memakaikan sepatu mungilmu, sekarang kau sudah minta skateboard (tentu saja dengan gambar spiderman hhehe…).

Rasanya baru kemarin kami mendengarmu belajar mengucap kata dan menggerakkan kakimu, sekarang kau sudah mencoba tirukan gerakan  SM*SH dan mencoba bernyanyi dan mengucap “yu no mi so wel” atau “bet lomen” (bad romance, lady gaga)

Rasanya baru kemarin kami mengajarimu doa sebelum makan atau tidur, sekarang kau pimpin berdoa untuk kami sebelum makan atau tidur.

Rasanya baru kemarin kami mengajarimu untuk mengucap ‘alhamdullillahirobbil ‘alamin” saat bersin, sekarang kau berucap seperti itu tiap bersin bahkan berdoa untuk kami meskipun lafadznya masih terdengar tidak jelas. Tapi kami mengerti apa yg hendak kau ucapkan… Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.

Rasanya baru kemarin kami dalam sholat harus lebih lama sujud untuk menunggu kau turun dari punggung kami, sekarang kau bisa mengucap “Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar” (tentu saja tidak sejelas ucapan orang dewasa, tapi kami mengerti kata-kata apa yang hendak kau ucapkan).

Rasanya baru kemarin kami bilang “udah magrib, ayo pulang…“, sekarang kau akan bilang “udah madib.. ayo pulang”  kepada kami saat kau lihat hari sudah gelap.

Rasanya baru kemarin kami bilang “kalo mau masuk rumah bilang..Assalamu’alaikum…”, sekarang kalimat itu jadi refleks ucapan pertamamu setelah membuka pintu rumah.

Rasanya baru kemarin kami harus membikinkan susu untukmu, sekarang kau ambilkan minum dan menyodorkan gelas minum sambil bilang “minum dulu…” kepada kami saat kau lihat kami tersedak/batuk.

Rasanya baru kemarin tali pusarmu putus, sekarang kau sudah berani mencoba makan ayam goreng dengan saus tomat/sambal.

Rasanya baru kemarin kami mengantarmu ke sekolah dan kamu menangis karena ditinggal pulang, sekarang kau masuk ke gerbang sekolah sendiri dan bilang “ibu pulang aja, ntal dijemput lagi

Rasanya baru kemarin kami mengajakmu naik motor, sekarang kau bisa bilang “Ibu, jangan ngebut…” saat ibumu terlalu laju bawa motornya :)

Rasanya baru kemarin postingan tentang dirimu gak sepanjang ini…. sekarang kok lumayan panjang ya, inipun masih banyak yg belum :)

 

*) Mas Zefka… lagu “garuda panca-zepa”nya diganti yang benar ya, minta tolong diajari ibu ya… :)

Teruslah langkahkan kaki-kaki kuatmu, arungilah kehidupan ini. Doa kami selalu menyertaimu…tetaplah menjadi kebanggaan kami. Makan buahnya dibanyakin ya.. :)

Satu Tanggapan

  1. ya itu lah,kalo kita lg nyadar anak kita tau2 udah besar,….. toko tenun ikat troso,….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.