“Petayan…. petayan… ini adalah…(berhenti sesaat sambil memikirkan sesuatu), apa ya..? “
*) hmm… lagi ngebayangin zefka, dia pasti dengan malu-malu, sambil senyum-senyum sendiri, tersipu malu nyembunyiin mukanya karena ketahuan orang dia gak ngelanjutin omongannya
Sambil menghadap atau memegang sesuatu dia akan berucap seperti kutipan kalimat di atas. Butuh beberapa saat bagi ibunya untuk memahami maksud ucapannya
Ternyata dia pengin mengucapkan sebuah pengumuman tetapi gak tahu pengumuman apa yang akan diucapkannya. Dengan suksesnya dia tersipu malu
Teringat waktu makan di salah tempat makan, setelah makanan siap di meja, langsung pegang sendok dan garpu, tiba-tiba Zefka bilang, “cuci tanan dulu… ntal satit puyut, pake sabun!” . Dengan suksesnya, aku langsung bilang, “o.. iya ya, cuci tangan dulu“.
Memang tidak selalu yang lebih tua umurnya dan lebih banyak pengalaman hidupnya akan selalu lebih benar dan bijak dibanding yang lebih muda. Nasehat akan datang dari siapapun dan apapun.
Gak peduli dari sebuah kubangan lumpur bisa saja ada intan di dalamnya (hehe….
bisa gak ya? ). Bahkan dari anak kecil pun bisa meluncur sebuah pembelajaran yang sangat berharga. Dan bahkan akan lebih terasa dan mengena jika diungkapkan oleh orang yang tidak kita duga-duga bisa mengucapkannya. Don’t judge the book by its cover.
Filed under: Zefka Ditandai: | anak, bayi, belajar, celoteh, omongan






Biasanya, yang lebih tua ga mau dinasehatin ama yang muda….
*arogansi umur*
kalau sama anak nurut ya Kang…